Apakah iso adalah makanan? Pertanyaan ini muncul karena istilah ISO sering terdengar dalam berbagai bidang, termasuk industri makanan dan minuman. Padahal, ISO bukan nama makanan, bahan pangan, maupun merek produk konsumsi.
ISO merupakan nama singkat dari International Organization for Standardization, yaitu organisasi internasional yang mengembangkan standar untuk berbagai kebutuhan. Standar tersebut mencakup mutu, lingkungan, keselamatan dan kesehatan kerja, keamanan informasi, energi, keamanan pangan, hingga kelangsungan usaha. ISO menjelaskan bahwa standar internasionalnya digunakan untuk membantu organisasi menghasilkan proses dan hasil yang lebih konsisten, aman, dan dapat diandalkan.
Kesalahpahaman ini menjadi menarik ketika dikaitkan dengan industri pangan. Ada standar ISO yang memang secara khusus membahas keamanan pangan, yaitu ISO 22000. Karena itu, memahami perbedaan antara ISO sebagai organisasi, standar ISO sebagai dokumen persyaratan, dan sertifikasi ISO sebagai penilaian kesesuaian menjadi penting bagi pelaku usaha.
iso adalah makanan atau standar untuk organisasi?
Jawaban singkatnya: bukan. ISO bukan makanan. ISO adalah nama organisasi internasional yang mengembangkan standar melalui proses yang melibatkan badan standardisasi nasional dari berbagai negara. ISO sendiri menjelaskan bahwa istilah ISO merupakan bentuk singkat yang digunakan secara universal dan terinspirasi dari kata Yunani "isos" yang bermakna setara.
Standar ISO berisi persyaratan, pedoman, atau kerangka yang dapat digunakan organisasi untuk mengendalikan proses tertentu. Artinya, ISO tidak menunjuk pada satu jenis produk. Satu standar dapat membahas mutu, standar lain membahas lingkungan, sementara standar lainnya membahas keamanan pangan atau keamanan informasi.
Di Indonesia, kegiatan standardisasi dan penilaian kesesuaian memiliki dasar hukum antara lain Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2014 tentang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian. Peraturan tersebut mengatur berbagai aspek standardisasi, penilaian kesesuaian, kelembagaan, pembinaan, dan pengawasan. Badan Standardisasi Nasional atau BSN menjadi salah satu lembaga penting dalam sistem standardisasi nasional.
Implikasinya bagi perusahaan cukup jelas. Ketika seseorang mengatakan perusahaan "memiliki ISO", pernyataan tersebut sebenarnya belum lengkap. Perlu disebutkan standar yang dimaksud, misalnya ISO 9001 untuk sistem manajemen mutu atau ISO 22000 untuk sistem manajemen keamanan pangan.
Apa sebenarnya yang dimaksud dengan standar ISO?
Standar ISO merupakan dokumen yang memuat persyaratan atau pedoman yang disusun berdasarkan kesepakatan internasional. Standar tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan tertentu dan dapat diterapkan pada organisasi sesuai ruang lingkupnya.
Contohnya, ISO 9001:2015 berfokus pada sistem manajemen mutu. Standar ini membantu organisasi mengelola proses agar mampu memenuhi persyaratan pelanggan dan meningkatkan kinerja secara berkelanjutan. Sementara itu, ISO 14001 berkaitan dengan sistem manajemen lingkungan dan ISO 45001 berkaitan dengan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja.
ISO juga memiliki standar yang berkaitan langsung dengan pangan. ISO 22000:2018 menetapkan persyaratan sistem manajemen keamanan pangan bagi organisasi yang terlibat dalam rantai pangan. Standar ini mencakup pendekatan sistematis untuk mengendalikan bahaya keamanan pangan sehingga produk dan layanan yang dihasilkan aman sesuai tujuan penggunaannya.
| Standar | Fokus utama | Contoh penerapan |
|---|---|---|
| ISO 9001:2015 | Sistem manajemen mutu | Pengendalian proses, mutu produk dan layanan, kepuasan pelanggan |
| ISO 14001:2026 | Sistem manajemen lingkungan | Pengendalian aspek lingkungan dan peningkatan kinerja lingkungan |
| ISO 45001:2018 | Sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja | Pengendalian risiko keselamatan dan kesehatan kerja |
| ISO/IEC 27001:2022 | Sistem manajemen keamanan informasi | Perlindungan informasi dan pengelolaan risiko keamanan informasi |
| ISO 22000:2018 | Sistem manajemen keamanan pangan | Pengendalian bahaya keamanan pangan sepanjang rantai pangan |
Daftar tersebut menunjukkan mengapa menyebut ISO sebagai makanan tidak tepat. ISO mencakup banyak bidang, sedangkan makanan hanya merupakan salah satu sektor yang dapat menggunakan standar tertentu.
iso adalah makanan? Kenapa ada ISO yang berkaitan dengan pangan?
Jika ISO bukan makanan, mengapa istilah ISO sering muncul pada industri makanan dan minuman? Jawabannya terletak pada keberadaan standar yang mengatur sistem manajemen keamanan pangan. Salah satu yang paling dikenal adalah ISO 22000:2018.
ISO 22000:2018 dirancang untuk organisasi yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam rantai pangan. Ruang lingkupnya dapat mencakup produsen bahan pangan, pengolah makanan, penyedia jasa makanan, penyimpanan, distribusi, perdagangan eceran, pengemasan, hingga penyedia layanan tertentu yang berkaitan dengan rantai pangan.
Standar tersebut tidak mengubah ISO menjadi makanan. ISO 22000 justru merupakan kerangka pengelolaan untuk membantu organisasi mengendalikan risiko keamanan pangan secara sistematis. ISO menyebut bahwa standar ini menggabungkan unsur komunikasi dalam rantai pangan, pengelolaan sistem, program prasyarat, serta prinsip analisis bahaya dan pengendalian titik kritis.
Di Indonesia, BSN mencatat SNI ISO 22000:2018 sebagai standar yang berlaku. BSN juga telah menetapkan SNI ISO 22000:2018 Amendemen 1:2024 yang berkaitan dengan aksi perubahan iklim. Fakta ini memperlihatkan bahwa standar keamanan pangan terus berkembang mengikuti kebutuhan organisasi dan perubahan kondisi bisnis.
Perbedaan ISO dengan standar keamanan pangan
Kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap ISO sebagai persyaratan untuk produk makanan secara langsung. Padahal, standar sistem manajemen dan standar produk memiliki fungsi yang berbeda.
| Aspek | ISO sebagai standar sistem | Persyaratan produk pangan |
|---|---|---|
| Fokus | Pengelolaan proses dan sistem organisasi | Karakteristik atau persyaratan tertentu pada produk |
| Contoh | ISO 9001 dan ISO 22000 | Persyaratan mutu atau keamanan produk sesuai ketentuan yang berlaku |
| Penerapan | Melibatkan proses dan fungsi organisasi | Dapat berfokus pada produk, bahan, proses, atau parameter tertentu |
| Penilaian | Dapat dinilai melalui audit sistem manajemen | Dapat menggunakan pengujian, inspeksi, atau bentuk penilaian kesesuaian lainnya |
Perbedaan ini penting bagi perusahaan makanan. Memiliki sertifikasi ISO 22000 tidak berarti semua kewajiban hukum terkait pangan otomatis terpenuhi. Organisasi tetap harus memperhatikan peraturan perundang-undangan, persyaratan keamanan pangan, ketentuan produk, serta persyaratan pelanggan yang berlaku.
Bagaimana ISO bekerja dalam sistem manajemen perusahaan?
ISO menjadi relevan bagi perusahaan bukan karena sertifikatnya semata, melainkan karena sistem yang dibangun di balik sertifikasi tersebut. Sistem manajemen adalah rangkaian kebijakan, proses, tanggung jawab, pengendalian, dan evaluasi yang digunakan organisasi untuk mencapai tujuan tertentu secara konsisten.
Dalam sistem manajemen mutu, misalnya, perusahaan perlu memahami kebutuhan pelanggan, mengendalikan proses, memantau hasil, menangani ketidaksesuaian, serta melakukan perbaikan. Pada sistem keamanan pangan, perhatian diarahkan pada bahaya yang dapat mengganggu keamanan produk dan pengendalian yang diperlukan sepanjang rantai pangan.
Pendekatan tersebut membuat ISO berbeda dari anggapan bahwa sertifikat adalah sekadar dokumen pajangan. Sertifikat merupakan hasil dari penilaian terhadap sistem dalam ruang lingkup tertentu. Nilai sebenarnya berada pada kemampuan organisasi mempertahankan proses yang terkendali dan melakukan perbaikan berdasarkan bukti.
ISO menyediakan berbagai standar sistem manajemen. Daftar resmi ISO menunjukkan standar seperti ISO 9001, ISO 14001, ISO 45001, ISO 50001, ISO 22301, dan ISO/IEC 27001 sebagai bagian dari kelompok standar sistem manajemen. Informasi mengenai standar sistem manajemen dapat diperiksa melalui daftar standar sistem manajemen ISO.
Mengapa perusahaan tidak cukup hanya memiliki sertifikat?
Sertifikasi tidak menggantikan pengelolaan sehari-hari. Perusahaan dapat memiliki sertifikat, tetapi tetap menghadapi masalah apabila prosedur tidak dijalankan, catatan tidak akurat, kompetensi personel tidak sesuai, atau pimpinan tidak melakukan evaluasi terhadap kinerja sistem.
Di sinilah audit internal, pengukuran kinerja, tindakan korektif, dan tinjauan manajemen memiliki fungsi penting. Sistem yang baik harus menghasilkan bukti bahwa pengendalian benar-benar berjalan, bukan hanya menyediakan dokumen yang terlihat lengkap ketika audit berlangsung.
Insight pentingnya adalah bahwa semakin kompleks kegiatan organisasi, semakin besar kebutuhan untuk mengintegrasikan beberapa sistem. Perusahaan dapat menggabungkan pengelolaan mutu, lingkungan, keselamatan dan kesehatan kerja, keamanan informasi, atau keamanan pangan apabila ruang lingkup dan kebutuhannya memang saling berkaitan.
Kesalahan memahami ISO yang sering terjadi di dunia usaha
Kesalahan pemahaman mengenai ISO dapat menyebabkan perusahaan memilih standar yang tidak sesuai dengan kebutuhan. Risiko tersebut lebih besar ketika keputusan sertifikasi hanya didasarkan pada permintaan pelanggan tanpa memahami tujuan dan ruang lingkup standar.
- Menganggap ISO adalah nama sertifikat tunggal. ISO memiliki banyak standar dengan tujuan yang berbeda. Perusahaan perlu menentukan standar berdasarkan kebutuhan organisasi dan ruang lingkup kegiatan.
- Menganggap semua ISO berkaitan dengan mutu produk. ISO 9001 memang berfokus pada sistem manajemen mutu, tetapi standar ISO juga mencakup lingkungan, keselamatan kerja, keamanan informasi, energi, keamanan pangan, dan berbagai bidang lain.
- Menganggap sertifikasi otomatis menjamin semua produk aman. Sertifikasi sistem manajemen tidak boleh disamakan dengan jaminan mutlak bahwa setiap produk selalu bebas dari masalah.
- Menganggap dokumen adalah inti ISO. Dokumen membantu pengendalian, tetapi efektivitas sistem terlihat dari penerapan proses, bukti kinerja, pengendalian risiko, dan perbaikan.
- Menggunakan satu standar untuk semua kebutuhan. Perusahaan makanan, perusahaan teknologi, laboratorium, dan perusahaan konstruksi dapat memiliki kebutuhan sistem yang berbeda sehingga pemilihan standar harus mempertimbangkan konteks organisasi.
Kesalahan tersebut menunjukkan bahwa pertanyaan "iso adalah makanan" sebenarnya dapat menjadi pintu masuk untuk memahami konsep yang lebih luas. Istilah ISO tidak cukup dipahami dari nama. Anda perlu melihat nomor standar, ruang lingkup, tujuan, dan kebutuhan organisasi yang menerapkannya.
Memilih standar ISO yang relevan untuk bisnis
Pemilihan standar sebaiknya dimulai dari masalah bisnis yang ingin dikendalikan, bukan dari keinginan memiliki sebanyak mungkin sertifikat. Perusahaan yang sering menghadapi ketidakkonsistenan mutu dapat mempertimbangkan ISO 9001. Organisasi yang menghadapi risiko lingkungan dapat melihat ISO 14001, sedangkan perusahaan dengan risiko keselamatan kerja dapat mempertimbangkan ISO 45001.
Untuk organisasi yang mengelola informasi penting, ISO/IEC 27001:2022 dapat menjadi kerangka pengelolaan keamanan informasi. Perusahaan yang bergerak dalam rantai pangan dapat mempertimbangkan ISO 22000:2018. Pemilihan tersebut perlu disesuaikan dengan ruang lingkup kegiatan dan persyaratan pihak berkepentingan.
| Kebutuhan organisasi | Standar yang relevan | Fokus keputusan |
|---|---|---|
| Mutu produk dan layanan | ISO 9001 | Konsistensi proses dan kepuasan pelanggan |
| Pengelolaan dampak lingkungan | ISO 14001 | Aspek lingkungan dan kinerja lingkungan |
| Keselamatan dan kesehatan kerja | ISO 45001 | Risiko keselamatan dan kesehatan kerja |
| Keamanan informasi | ISO/IEC 27001 | Risiko terhadap informasi dan sistem informasi |
| Keamanan pangan | ISO 22000 | Bahaya keamanan pangan dan pengendaliannya |
Pertimbangan tersebut juga membantu perusahaan menghindari sertifikasi yang tidak memberikan manfaat nyata. Jika kebutuhan utama berada pada keamanan pangan, misalnya, ISO 22000 lebih relevan daripada memilih standar secara acak hanya karena sertifikasinya populer.
Bagi organisasi yang ingin memahami hubungan antarstandar secara lebih luas, pembahasan tentang ISO 22301 untuk sistem manajemen kelangsungan usaha dapat menjadi referensi ketika risiko gangguan operasional menjadi perhatian utama. Standar tersebut memiliki fokus berbeda dari ISO 9001 maupun ISO 22000, sehingga pemilihannya harus mengikuti kebutuhan organisasi.
Apakah ISO wajib bagi semua perusahaan?
Tidak semua perusahaan secara otomatis wajib memiliki sertifikasi ISO. ISO menjelaskan bahwa standar internasional pada umumnya bersifat sukarela. Namun, suatu standar dapat menjadi relevan atau bahkan menjadi persyaratan dalam kondisi tertentu apabila regulasi, kontrak, pelanggan, pengadaan, atau ketentuan sektor usaha mengharuskannya.
Hal ini berbeda dari anggapan bahwa setiap perusahaan harus memiliki seluruh sertifikat ISO. Kewajiban penerapan suatu standar perlu dilihat dari ketentuan yang berlaku untuk sektor dan kegiatan usaha yang bersangkutan.
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2014 juga menunjukkan bahwa standardisasi dan penilaian kesesuaian memiliki tujuan yang lebih luas, termasuk meningkatkan jaminan mutu, efisiensi produksi, daya saing, perlindungan konsumen, keselamatan, keamanan, kesehatan, serta kelestarian lingkungan. Karena itu, konteks penerapan standar jauh lebih luas daripada sekadar mendapatkan sertifikat.
Rekomendasi praktisnya adalah memetakan kebutuhan bisnis terlebih dahulu. Setelah itu, cocokkan kebutuhan tersebut dengan standar yang relevan dan periksa apakah terdapat persyaratan hukum atau kontraktual yang harus dipenuhi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apakah iso adalah makanan?
Tidak. ISO bukan makanan, bahan pangan, atau produk konsumsi. ISO merupakan nama singkat organisasi internasional yang mengembangkan standar. Beberapa standar ISO memang berkaitan dengan industri makanan, salah satunya ISO 22000 untuk sistem manajemen keamanan pangan.
ISO 22000 apakah berarti produk makanan pasti aman?
Tidak secara mutlak. ISO 22000 merupakan standar sistem manajemen keamanan pangan yang membantu organisasi mengidentifikasi, mengendalikan, dan mengevaluasi bahaya keamanan pangan. Penerapannya tetap harus berjalan bersama pemenuhan ketentuan hukum dan persyaratan pangan yang berlaku.
Apa perbedaan ISO 9001 dan ISO 22000?
ISO 9001 berfokus pada sistem manajemen mutu secara umum, sedangkan ISO 22000 berfokus pada sistem manajemen keamanan pangan bagi organisasi dalam rantai pangan. Keduanya dapat digunakan secara terpisah atau diintegrasikan apabila kebutuhan organisasi memungkinkan.
Apakah semua perusahaan harus memiliki sertifikat ISO?
Tidak. Tidak ada satu sertifikat ISO yang otomatis wajib dimiliki semua perusahaan. Kebutuhan sertifikasi bergantung pada jenis kegiatan, persyaratan pelanggan, kontrak, regulasi sektor, serta tujuan organisasi.
Apakah ISO hanya digunakan oleh perusahaan besar?
Tidak. Standar ISO dapat diterapkan oleh organisasi dengan ukuran dan kompleksitas berbeda, selama standar tersebut sesuai dengan ruang lingkup dan kebutuhan organisasi. Tantangan penerapannya dapat berbeda antara usaha kecil, perusahaan menengah, dan perusahaan besar.
Kesimpulan
Pernyataan bahwa iso adalah makanan merupakan kesalahpahaman istilah. ISO bukan makanan, melainkan nama organisasi internasional yang mengembangkan standar untuk berbagai kebutuhan. Standar tersebut dapat digunakan untuk mengelola mutu, lingkungan, keselamatan dan kesehatan kerja, keamanan informasi, keamanan pangan, serta bidang lainnya.